Depok, 12 Agustus 2026 — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, pada Selasa (11/8/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus memperkuat sosialisasi digital kepada masyarakat mengenai panduan memilah sampah secara mudah dan terukur.
Peninjauan tersebut menjadi langkah awal percepatan program pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber, sekaligus mengecek kesiapan infrastruktur pendukung menjelang pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant berkapasitas 500 hingga 1.000 ton per hari di lokasi yang sama.
Dalam arahannya di hadapan jajaran pemerintah daerah setempat, Wamen Diaz menegaskan prinsip-prinsip krusial dalam tata kelola lingkungan perkotaan.
“Kesiapan pengelolaan sampah terintegrasi serta memperkuat sosialisasi digital kepada masyarakat mengenai panduan memilah sampah yang mudah dan terukur, pemilahan sampah dari hunian merupakan fondasi utama pengelolaan sampah berkelanjutan, tanpa pemilahan yang baik berbagai upaya di hilir, termasuk PSEL tidak akan berjalan efektif, keselamatan para petugas dan pemulung adalah prioritas, tidak boleh ada korban dalam pengelolaan sampah ke depan, dan KLH akan terus mendampingi Depok,” ujar Wamen Diaz.
Wamen Diaz menekankan bahwa pemilahan sampah dari hunian merupakan fondasi utama pengelolaan sampah berkelanjutan. Tanpa pemilahan yang baik, berbagai upaya di hilir, termasuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang juga direncanakan, tidak akan berjalan efektif.
Sebagai tindak lanjut strategis, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Depok diminta untuk menyiapkan fasilitas percontohan pemilahan sampah sebelum RDF Plant resmi beroperasi. Pemerintah Kota Depok juga tengah merumuskan Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai instrumen insentif dan disinsentif guna meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM pengolahan sampah.
Dalam mengoptimalkan infrastruktur yang ada, Kota Depok saat ini didukung oleh 200 armada truk sampah serta 27 unit fasilitas pengolahan. Di sisi lain, guna memperluas jangkauan edukasi publik, Wali Kota didorong untuk memanfaatkan media sosial melalui produksi konten video edukasi pemilahan sampah yang menarik. Sebagai acuan empiris, keberhasilan salah satu kelurahan di Depok dalam mengolah sampah organik mandiri menggunakan metode ember biru diharapkan dapat direplikasi oleh wilayah lainnya, serta mengadaptasi praktik baik dari daerah lain yang telah sukses.
Memasuki sektor hilir, Wamen Diaz memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan kerja. Seluruh proses pengelolaan sampah di lapangan diinstruksikan untuk memprioritaskan keselamatan para petugas kebersihan dan pemulung guna mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.
Rangkaian kunjungan kerja ini akan ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala pada bulan mendatang untuk memantau progres pelaksanaan di lapangan. Melalui pendampingan berkelanjutan dari KLH/BPLH, Depok diharapkan mampu mempercepat transformasi tata kelola lingkungan menuju kota yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.
SUMBER : https://kemenlh.go.id/news/detail/wamen-lh-tinjau-tpa-cipayung-depok-pemilahan-sampah-hingga-keselamatan-pekerja-jadi-prioritas-utama


