Bank Jakarta membangun fasilitas pengolah limbah komunal berbasis sampah organik (biodigester) di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, guna mendukung penanganan sampah di ibu kota.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan pengelolaan limbah merupakan tantangan bersama yang memerlukan kolaborasi serta konsistensi lintas sektor.
“Pembangunan pengolah limbah di Rorotan merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Jakarta untuk turut menjawab tantangan pengelolaan sampah di Jakarta. Kami ingin program TJSL yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga lingkungan Jakarta,” katanya.
Pembangunan fasilitas pengolah limbah tersebut ditandai dengan pemancangan batu pertama (groundbreaking) di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan serta implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Bank Jakarta Tahun 2026.
Melalui teknologi tersebut, sampah organik dari rumah tangga diolah menjadi gas hayati (biogas) sebagai sumber energi terbarukan dan sisa buangan (residu) yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Setiap unit fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 250 kilogram sampah organik per hari.
Dengan dua unit yang dibangun, total kapasitas pengolahan mencapai 500 kilogram sampah organik per hari.
Berdasarkan kajian teknis, kedua unit pengolah limbah tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 37,5 meter kubik gas hayati per hari.
Selain menyediakan energi bersih, fasilitas ini diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 423 kilogram setara karbon dioksida (CO_2 e) per hari atau 154,4 ton CO_2 e per tahun.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menjelaskan pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
“Melalui pembangunan fasilitas ini, Bank Jakarta mengambil bagian dalam upaya pengelolaan sampah organik dari sumber sekaligus mendorong agar sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting agar upaya penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” ujar Arie.
Proyek di Jakarta Utara ini merupakan kelanjutan dari program berkelanjutan Bank Jakarta.
Sebelumnya, lembaga keuangan tersebut telah mendukung pembangunan fasilitas serupa di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang diresmikan pada November 2025.
Selain menekan volume sampah dan emisi, program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada poin energi bersih, kota dan permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Sebagai tulang punggung keuangan (financial backbone) bagi Jakarta, Bank Jakarta berkomitmen memperkuat perannya dalam menghubungkan kebutuhan pembangunan kota melalui aktivitas ekonomi yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Proses pemancangan batu pertama tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wali Kota Jakarta Utara Wawan Budi Rohman, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Iyan Sopian Hadi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Edy Mulyanto, serta Camat Cilincing Daniel Azka Alfarobi.
https://www.antaranews.com/berita/5689487/bank-jakarta-bangun-fasilitas-pengolah-limbah-organik-di-rorotan-jakut


